AKTIF - PRODUKTIF - INOVATIF - ENERJIK - KREATIF

Pemilihan Ketua OSIS SMAN 1 Bontang 2025/2026

Pemilihan Ketua OSIS SMAN 1 Bontang 2025/2026

Nur Aghniya Azzahra – Pers dan Jurnalistik SMANSA


Bontang, 7 Agustus 2025 – Lapangan SMAN 1 Bontang berubah menjadi arena demokrasi pada Kamis (7/8). Ratusan siswa berkumpul dengan penuh antusias, menyaksikan langsung proses Pemilihan Ketua OSIS periode 2025/2026. Rangkaian acara dimulai dengan debat antar pasangan calon, dilanjutkan dengan pencoblosan yang dilakukan oleh seluruh siswa dan guru pada hari yang sama.

Tahun ini, terdapat dua pasangan calon yang bersaing. Paslon 1 terdiri dari Rizqi Eka Suci Asnur (XI-F) sebagai calon ketua, bersama Risya Maulidya (XI-F) dan Muhammad Ibrahim (X-Q) sebagai wakil. Sedangkan Paslon 2 dipimpin oleh Zaskia Salsabila (XI-E) sebagai calon ketua, didampingi Muhammad Fairuz Pedra (XI-E) dan Nurafni Fauzan Azijah (XI-F).

Debat dimulai dengan pemaparan visi dan misi dari kedua paslon. Paslon 1 menekankan pentingnya OSIS sebagai wadah kebersamaan dan kreativitas, sedangkan Paslon 2 menawarkan program yang lebih adaptif dengan perkembangan teknologi serta aktif memanfaatkan media sosial.

Yang membuat debat semakin menarik adalah hadirnya suporter suara dari masing-masing paslon. Setiap paslon membawa empat orang Tim Sukses yang bertugas mendetailkan dan memperjelas visi misi. Mereka bergantian menyampaikan argumen tambahan, bahkan saling menanggapi lawan.

Suasana makin hidup ketika suporter Paslon 1 menegaskan pentingnya menjaga solidaritas di tengah beragam kegiatan sekolah, sementara suporter Paslon 2 membalas dengan menekankan perlunya inovasi agar OSIS tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Perdebatan sehat antar suporter ini membuat audiens semakin bersemangat, dan suasana lapangan pun bergema dengan tepuk tangan dan sorakan dukungan.

Setelah sesi debat dan perdebatan antar suporter berakhir, acara berlanjut ke tahap pencoblosan. Panitia telah menyiapkan tempat pemungutan suara di lapangan. Seluruh siswa dan guru berbaris rapi untuk menggunakan hak pilih mereka. Antrian panjang terlihat, namun proses berlangsung tertib. 

Ketegangan memuncak saat penghitungan suara dilakukan di hadapan panitia dan saksi dari kedua paslon. Suara demi suara dibacakan, dan sorak pendukung bergema setiap nama paslon mereka disebut. Perlahan tapi pasti, Paslon 2 mulai unggul dalam perolehan suara. Pada akhirnya, hasil resmi diumumkan: Paslon 2 berhasil memenangkan pemilihan dengan dukungan mayoritas siswa dan guru. 

Pemilihan OSIS kali ini tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga sarana pembelajaran demokrasi yang nyata bagi seluruh warga sekolah. Dengan kemenangan Paslon 2, harapan besar tertuju pada program-program inovatif yang diusung, khususnya dalam hal prestasi, budaya, dan adaptasi digital.